Kemacetan dan Jakarta itu sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, kalau tidak macet bukan Jakarta namanya.  Bagaimana tidak macet jumlah kendaraan di ibu kota semakin hari semakin bertambah tidak sebanding dengan jalan yang tidak bertambah.

kemacetan

Sebenarnya cara penguraian masalah macet ini sudah banyak di lakukan pemerintah, mulai dari penerapan 3 in 1 di kawasan bisnis seperti mulai  Jl. Sisimangaraja  jalur cepat dan jalur lambat, Jl. Jendral Sudirman jalur cepat dan jalur lambat, Jl. MH. Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat, Jl. Medan Merdeka Barat, Jl. Majapahit, Jl. Gajah Mada, Jl. Pintu Besar Selatan, Jl. Pintu Besar Utara, Jl. Hayam Wuruk, Sebagian Jl. Jendral Gatot Subroto antara persimpangan Jl. Jendral Gatot Subroto-Jl. Gerbang Pemuda ( Balai Sidang Senayan ) sampai dengan persimpangan Jl. HR.Rasuna Said – Jl. Jendral Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.  tetapi tetap saja belum terpecahkan. Di tambah lagi bahu jalan yang di pakai untuk parkir liar menambah sempit jalan yang di lalui kendaraan. Tetapi pemerintah sudah mulai tegas menangani parkir liar ini, ada yang di gemboskan ban nya, di kunci ban nya hingga di derek.

Satu lagi yang dilakukan pemerintah agar mengurai macet, yaitu menghimbau masyarakat agar cinta menggunakan tranportasi umum yaitu misalnya busway atau Trans Jakarta. Pemerintah hingga memberi keistimewaan kepada transportasi ini, yaitu memberikan jalur khusus yang tujuanya agar pengguna kendaraan ini tidak ikut terjebak macet dengan kendaraan yang lainya dan sehingga banyak masyarakat yang berlalih menggunakan model transportasi ini, pemerintahpun sudah mulai bertindak tegas untuk para pengguna jalan yang melanggar melewati jalur busway ini. Bagi pengguna motor di kenakan denda Rp 500.000 dan pengguna mobil Rp 1.000.000, ini merupakan tindakan yang tegas yang di tunjukan pemerintah untuk mendukung masyarakat menggunakan kendaraan umum demi mengurai kemacetan di Ibu kota.