sudah banyak kita ketahui kriminalis bisa terjadi dimana saja, begitupun di jalan. apalagi kriminalitas yang banyak di alami kaum hawa. terkadang kita menjadi sasaran empuk tindak kriminalitas tersebut, karena perempuan di anggap lebih lemah dibanding pria. bukan rahasia umum lagi kriminalitas di angkutan umum juga sedang marak saat saat ini. contohnya saja kriminalitas di kereta api. sudah sering kali medengar sih kriminalitas ini, pecehan seksual diantaranya. dengan jumlah penumpang yang banyak dan ruang ketera yang terbatas, dan penumpang pria & wanita tidak di pisahkan, maka pelecahan sering terjadi di kereta api ekonomi, ada lagi misalnya penodongan, atau pencopetan. ini juga sering terjadi di angkutan umum. dan lagi lagi korban yang banyak mengalaminya adalah wanita. di angkutan umum seperti bus, metromini, kopaja maupun angkot pun banyak hilir mudik pengamen ataupun pencurhat (sering berkeluh kesah tentang hidupnya), dan tanpa takut ataupun kaku mereka sering mengintimidasi untuk meminta uang secara paksa, dengan tampilan mereka yang bertato, bertindik banyak di anggota badan seperti muka dan kuping, mereka meminta secara tidak sopan. penjamretan ataupun pencopetan juga sering di alami wanita di angkutan umum, biasanya para pencopet ini berkelompok. entah 4,3, ataupun 2 orang. mereka tidak mungkin sendiri. ada yang mengawasi keadaan, menutupi sang pelaku ketika beraksi, dan yang mengeksekusi pencopetan. nah mereka biasa bekerja sama untuk mendapatkan barang korbanya. tak segan segan mereka membawa senjata tajam, untuk mengancam ketika aksinya ini ketahuan. nah bisa di  bayangkan kan bagaimana menyeramkanya mereka. dan ada pula yang memepet korban dan mengancam dengan senjata tajam agar korbanya memberi barang berharga mereka.

penumpang-busway

Di kendaraan umum seperti taksipun tidak luput dari tindak kriminalitas loh, pasti kalian juga sering dengarkan. pelakunya biasanya mengintai korban wanita juga. pelaku biasanya bekerja sama dengan supir taksi tersebut dan ketika waktunya pas untuk beraksi mereka merampas barang berharga, seperti uang, handphone, dompet, perhiasan, hingga kartu atm. dan mereka tak segan-segan menyuruh dan memaksa korban untuk melakukan penarikan lewat atm dan menguras isinya.

Ada lagi berita yang sempat terdengar di dunia internet, kisah seorang wanita india yang di perkosa, dianiaya hingga meninggal. ini merupakan tindakan hukum yang berat dan pelanggaran Ham yang berat juga.

Menurut saya peran pemerintah untuk mengatasi hal ini dengan, melakukan razia atau sweping di berbagai tempat, jalan jalan, terminal, stasiun untuk merazia orag-orang yang berpenampilan seperti preman ,menampung dan memberi pendidikan atau keterampilan untuk mereka mempunyai penghasilan tanpa merugikan orang lain;  lalu dari sisi kita sebagai wanita ataupun korban. lebih waspada dengan keadaan sekitar, membekali diri dengan keterampilan bela diri juga merupakan cara kita untuk mengatasi kejahatan yang terjadi pada diri kita sendiri ; tidak memakai sesuatu yang berlebihan yang mengakibatkan orang tertarik untuk melakukan tindakan kriminalitas terhadap kita, contohnya tidak memakai pakaian yang mini sehingga memancing untuk pria berbuat tidak pantas, lalu tidak memakai perhiasaan yang berlebihan atau apapun yang berlebihan sehingga memancing para penjamret untuk melakukan aksinya;  lalu jangan lupa berdoa, ini yang terpinting tapi seringkali kita lupakan.

itu saja yang dapat saya uraikan di blog saya, intinya sih berdoa dan lebih waspada saja. karena seperti yang tagline sebuah acara berita “kejahatan bisa terjadi dimana saja, waspadalah..waspadalah..” hhee….